slideshow

Kamis, 12 Februari 2015

Nastar


Bahan :
-750 gr blue band
-250 gr mentega wisman
-5 sdm gula
-3 bungkus tep. Maizena
-1 sdt vanilli
-12 kuning telur
-2 putih telur
-4 sdm susu bubuk munjung

Cara :
1. Kocok semua bahan kecuali tep. Maizena, setelah menggembang, maizena baru dimasukkan lalu susu bubuk sambil terus diaduk.
2. Ambil sedikit2 adonan dan beri tepung terigu sangrai sampai adonan dapat dicetak/kalis
NB: terigu sangrai 10 mnt. Untuk olesan, kuning telur kampung diberi waktu kue setengah matang

Isi :
Nanas diparut, disaring, buang airnya. Dimasak sampai kering,lalu beri gula yang banyak,masak dan aduk sampai kental. Angkat, kalau sudah dingin dibulat2

(Photo: https://www.google.com/search?q=donat&client=ms-android-samsung&source=lnms&biw=360&bih=592&tbm=isch&sa=X&ei=1U8BVcz_KNGkuQTew4GYAg&ved=0CAYQ_AUoAQ&dpr=3#tbm=isch&q=nastar+pic&imgrc=9BMpOksmTg3ZAM%253A%3BvloDv1Kr2yc1aM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.unileverfoodsolutions.co.id%252Fwu_cache%252Fimg%252F094%252Fmis_50078695%252FGold_nastar_0000x0000_0.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.unileverfoodsolutions.co.id%252FResep%252FBakery%252FKue-Kering%252FGold-Nastar.html%3B1205%3B1795)

Rabu, 11 Februari 2015

Berry Muffins


Bahan :
-3 cups (750 ml) tepung
-1 sdm baking powder
-1/2 cup (125 ml) gula
-1/2 cup (125 ml) brown sugar
-1/2 cup (125 ml) butter/margarine, melted
-3 butir telur
-1 cup (250 ml) susu
-1sampai 1 1/2 (250-375 ml)berries
-icing sugar

Cara :
1. Campurkan tepung,baking powder, gula, lalu aduk rata
2. Campurkan butter,telur, susu, aduk rata setelah itu campurkan ke (no1)
3. Potong-potong berries
4. Tuang adonan sampai 3/4 mangkok. Panggang kurang lebih 15-20 menit (sampai berwarna kekuningan). Taburi dengan icing sugar (selera)

(Photo: https://www.google.com/search?q=donat&client=ms-android-samsung&source=lnms&biw=360&bih=592&tbm=isch&sa=X&ei=1U8BVcz_KNGkuQTew4GYAg&ved=0CAYQ_AUoAQ&dpr=3#tbm=isch&q=berries+muffins+pic&imgrc=-xPOJqgQCDGUFM%253A%3B2OTPGqsZ5XFYlM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.taste.com.au%252Fimages%252Frecipes%252Fsfi%252F2011%252F04%252F27039_l.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.taste.com.au%252Frecipes%252F27039%252Fblueberry%252Bmuffins%3B614%3B409)

Donat


Bahan :
-500 gr tepung terigu cakra
-11 gr fermipan (1sachet)
-2,5 gr baking powder
-75 gr gula pasir
-50 gr mentega putih
-1 btr telur
-kurang lebih 25 cc air

Cara :
1. Aduk rata (tepung, fermipan, baking powder, dangula pasir)
2. Jika sudah rata, masukkan mentega, uleni sampai kalis
3. Diamkan selama 30 menit, potong, timbang 30 gr, bulat2kan
4. Diamkan 10 menit lalu lubangi tengahnya dengan jari
5. Letakkan di kain kering, diamkan (sesuaikan ukurannya)
6. Goreng, olesi dengan mentega
7. Taburi keju/coklat/kacang (sesuai selera)

(Photo: https://www.google.com/search?q=donat&client=ms-android-samsung&source=lnms&biw=360&bih=592&tbm=isch&sa=X&ei=1U8BVcz_KNGkuQTew4GYAg&ved=0CAYQ_AUoAQ&dpr=3)

Selasa, 10 Februari 2015

Katengel














Bahan :
-75 gr margarine
-50 gr butter
-1 sdm gula halus
-1/2 sdt garam halus
-1 kuning telur
-30 gr cheese cream
-100 gr keju cheddar
-50 gr keju parmesan
-200 gr tepung terigu

Cara :
1. Kocok semua bahan jadi satu samlai mengembang, masukkan keju cheddar dan keju parmesan. Ketika membuat adonan diambil terigu lalu diuleni. Terigu tidak paten, sesuai kebutuhan
2. Adonan tidak boleh dicambur terigu
3. Ketika kue sudah 1/2 matang olesi atasnya dengan kuning telur

(Photo: https://www.google.com/search?q=donat&client=ms-android-samsung&source=lnms&biw=360&bih=592&tbm=isch&sa=X&ei=1U8BVcz_KNGkuQTew4GYAg&ved=0CAYQ_AUoAQ&dpr=3#tbm=isch&q=foto+kastengel&imgrc=jPnDcDDaPMtCmM%253A%3BSE5_GqxaJ9-90M%3Bhttp%253A%252F%252Flevycake.com%252Fwp-content%252Fuploads%252F2014%252F08%252Flevy-cake-kastengel.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Flevycake.com%252Fkastengel%252F%3B933%3B933)

Senin, 09 Februari 2015

Roti Tawar Gandum

Bahan:
-330 gram tepung gandum utuh (whole wheat)
-220 ml air hangat
-50 ml susu cair
-6 sendok makan minyak zaitun
-1 1/2 sendok teh garam halus
-2 sendok teh ragi instan, pastikan masih fresh dan cek tanggal kedaluarsa
-6 sendok makan madu atau bisa diganti dengan gula pasir

Cara membuat:
1.Siapkan mangkuk ukuran besar, tuangkan tepung gandum, tambahkan garam. Aduk dan pastikan garam tercampur rata dengan tepung. 
2.Dalam mangkuk terpisah campur air hangat, ragi instan, susu cair, minyak zaitun dan madu. Aduk hingga rata dan ragi larut. 
3.Buat lubang di tengah tepung, tuangkan cairan ragi ditengah-tengah tepung. Biarkan cairan terserap. Dengan menggunakan spatula aduk hingga semua cairan terserap dan tepung menjadi basah. 
4.Siapkan meja datar atau talenan, taburi dengan tepung. Lumuri tangan anda dengan sedikit minyak atau tepung dan mulailah anda menguleni adonan. Dengan menggunakan ujung jari angkat tepi adonan dan tarik ke tengah kemudian dorong adonan menjauhi badan anda dengan menggunakan pangkal telapak tangan. Lakukan berulang kali dan rubah sudut adonan setiap kali anda menguleninya agar semua adonan mendapatkan perlakukan yang sama. 
5.Dengan menggunakan spatula plastik, kikis adonan yang lengket di permukaan meja/talenan. Uleni adonan hingga menjadi halus dan elastis. Jika ditarik adonan masih putus-putus maka teruskan kembali menguleni adonan. Adonan dianggap jadi jika terasa lembut dan mudah untuk dibentuk karena elastis. Karena tepung gandum utuh maka adonan tidak se-elastis dan sehalus jika menggunakan tepung terigu. 
6.Bentuk adonan menjadi bola yang halus, olesi permukaannya dengan minyak zaitun.
7.Letakkan di dalam mangkuk dan tutup permukaan mangkuk dengan plastik wrap atau kain bersih. Jika anda menggunakan kain maka pastikan mangkuk cukup tinggi sehingga ketika adonan mengembang tidak akan menempel di kain.
8.Istirahatkan adonan selama + 1 jam atau hingga adonan mengembang 2 kali lipat.
9.Kempiskan adonan dengan meninjunya, kemudian uleni kembali adonan selama +15 menit. Lebarkan adonan dengan menekannya menggunakan telapak tangan dan ujung jari. Tekuk sisi kiri dan kanan adonan kemudian gulung adonan hingga menjadi satu gelondongan. Tekan-tekan dan rapikan sehingga adonan agak memanjang dan pas untuk dimasukkan ke dalam loyang loaf. Usahakan tinggi adonan merata dan seimbang. 
9.Masukkan adonan ke dalam loyang, tutupi permukaan loyang dengan plastik wrap atau kain bersih. Biarkan selama 30 - 60 menit atau hingga adonan mengembang dan naik kira-kira 13 cm dari permukaan loyang. 
10.Panaskan oven, set di suhu 200'C. Olesi loyang loaf dengan mentega 
Jika panas oven telah stabil + 15 menit, Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven dan bakar selama + 50 menit, setelah 20 menit tutup permukaan roti dengan alumunium foil agar permukaannya tidak terlalu kecoklatan/gosong. 11.Roti dianggap matang jika kita ketuk pada dasar roti maka terdengar seperti suara berongga atau kosong. 
12.Keluarkan roti dari oven, diamkan 5 menit kemudian keluarkan dari loyang dan dinginkan di rak kawat. Setelah dingin, potong-potong roti dengan menggunakan pisau yang tajam.

Note: untuk 1 resep

Sabtu, 07 Februari 2015

Manfaat Tari Ballet


Belajar tari balet sebaiknya dimulai saat masih anak-anak.

A. Dalam proses belajar,anak diajarkan untuk disiplin yang berfungsi merangsang pola pikir dan sikap mental positif dari anak bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan usaha, proses, dan ketekunan. 
Misalnya: Pemula yang sedang mempelajari dasar-dasar ballet (cara berdiri yang benar membentuk poin, dan gerakan-gerakan dasar lainnya), terkadang kurang memperhatikan tahap ini. Akibatnya ketika ia belajar pada tingkat yang lebih tinggi, ia tidak dapat melakukannya dengan baik, dengan kata lain teknik yang dimilikinya lemah sehingga dapat mengakibatkan ketidak-leluasaan gerak bahkan dapat menyebabkan cedera.

Untuk menunjang itu semua kita membutuhkan sekolah yang mampu memberikan kita pembelajaran yang baik dengan silabus yang terstruktur. Dari sinilah anak akan belajar untuk memilih media terbaik untuk mendukung cita-citanya.

B. Selain itu, ballet dapat membentuk tubuh yang kuat dan proporsional karena seorang penari yang ingin dapat menari en pointe harus memiliki badan yang cukup kuat dan memerlukan dukungan seluruh badan, termasuk otot kaki dan otot perut.

Sumber : http://www.etoiledance.com/ballet_dance.php

Kamis, 05 Februari 2015

Pointe Work



Menari en pointe atau dikenal juga sebagaipointe work, adalah berjinjit hingga ujung jari kaki sembari melakukan gerakan-gerakanbalet. Teknik ini dilakukan dengan sepatu khusus yang berujung keras, yang bernamapoint shoes. Teknik ini memerlukan kekuatan dan keahlian yang besar dari seorang penari balet, dan juga merupakan tujuan utama bagi seorang penari balet wanita (balerina). Meskipun nampak sangat halus, sebenarnya teknik ini sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan cedera kaki.

Pada tahun 1832 balerina Marie Taglionimenarikan sebuah karya romantik berjudul La Sylphide dengan teknik en pointe. Ia dikenal sebagai perintis teknik ini. Pada mulanya Marie Taglioni melakukan teknik ini dengan sepatu balet lembut biasa (soft shoes) yang diperkuat jahitan jarinya.

Selain balet romantik, jenis tarian lain juga menggunakan langkah-langkah pendek di atas jari kaki, misalnya tarian jazz, tarian jalanan (street dance) dan tap dance. Dalamtap dance teknik ini dikenal sebagai toe stand.

Sekitar tahun 1920-1930-an, Harriet Hoctor, seorang penari panggung komedi, mengenakan sepatu pointe yang diengkapi sol dan ujung besi, agar dapat mengetuk dan menekuk sembari berada dalam posisi en pointe. Penari lain bahkan memasukan gotri di ujung sepatu mereka agar dapat berputar lebih cepat, namun praktik ini dihentikan karena berisiko tinggi dengan patahnya sol sepatu besi tersebut.

Penari balet masa kini mengenakan sepatupointe dari satin dengan sol yang bisa ditekuk, dan ujung jari yang terbuat dari kanvas, serat hessian, kertas, dan lem. Karena sepatu ini sangatlah kaku saat masih baru, para penari melenturkan sepatu itu dengan berbagai macam cara: mulai dari menghantamkan sepatu itu ke atas beton, meremasnya dengan kusen pintu, atau memijat-mijatnya dengan tangan.

Karena pointe work bisa menyakitkan, para penari mencoba berbagai cara untuk menghindari lecet dan patah kuku. Penari pemula biasanya menggunakan alas jari yang terbuat dari kain tebal atau dari wol. Penari profesional menggunakan alas jari seminimal mungkin atau tidak sama sekali, untuk memberikan mereka kebebasan bergerak.

Sebelum mulai belajar pointe work, beberapa penari menggunakan sepatu demi-pointe(setengah pointe). Sepatu ini, yang juga disebut sepatu pre-pointe atau soft block, memiliki karakteristik seperti halnya sepatu balet yang lembut (soft shoes), dengan sol yang lemas, namun penampilan luarnya serupa dengan pointe shoe. Bagian ujung jari dirancang persis sama seperti sepatu pointe. Karena sepatu demi-pointe tidak memiliki sol keras yang penting dalam mendukung penarien pointe, sepatu ini tidak cukup aman untuk digunakan menari en pointe. Fungsi sepatudemi-pointe ini lebih untuk membiasakan penari dengan rasa-nya memakai sepatupointe saja, sebelum si penari mulai benar-benar menari en pointe.

Seorang penari yang ingin menari en pointeharus memiliki badan yang cukup kuat, kalau tidak kaki, lutut dan sendinya dapat cedera. Menari en pointe hanya boleh dilakukan kalau si penari sudah berumur sebelas tahun. Kalau lebih muda dari itu, tulang kaki belum benar-benar terbentuk, dan kaki bisa-bisa menjadi cacat.

Menari en pointe memerlukan dukungan seluruh badan, termasuk otot kaki dan otot perut. Latihan seperti releve sangat membantu dalam pemanasan.

Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pointe_work

Selasa, 03 Februari 2015

Balet


Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.

Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balliyang kemudian menjadi ballet. Istilah balletitu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique(drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.

Sejarah Balet
Balet berakar pada acara pertemuan para ningrat Italia pada masa pencerahan. Selanjutnya, balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis. Balet kemudian berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.

Abad ke-19 merupakan periode di mana banyak terjadi perubahan sosial. Perubahan ini juga tercermin dalam balet, yang bergeser jauh dari bentukan seni yang sangat ningrat (Balet romantik). Ballerina seperti Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet seperti Carlo Blasis mengkodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850 di kebanyakan negara barat selain Denmark dan Rusia (berkat para master seperti August Bournonville, Jules Perrot, danMarius Petipa). Sanggar balet Rusia, terutama setelah Perang Dunia II, banyak melakukan tur keliling dunia sehingga menjaga balet tetap hidup di dunia dan banyak dikenal oleh masyarakat umum.

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Balet

Senin, 02 Februari 2015

Pizza


Kulit :
-3/4 sdt ragi instant
-1/2 sdt gula
-100 gr terigu cakra
-50 gr terigu segitiga
-1 sdt garam
-1 sdm minyak
-75 ml air hangat

Cara :
1. Campur, uleni hingga kalis
2. Diamkan 30 menit lalu gilas tipis

Isi :
-1 sdm mentega
-2 bwg putih cincang
-75 gr bombay cincang
-25 gr paprika iris kotak
-450 gr tomat (rebus, blender)
-1 sdm pasta tomat
-1/2 sdt oregano
-1/2 sdt basil
-1 sdt gula
-1 sdt garam
-1/2 sdt mrica
-Daging cincang , jamur

~Nb : utk loyang 30x40 kulit bikin 3 resep
Panas oven 200-220 (panggang smp kecoklatan)